<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Phillip Gobang's Weblog on Social Creativity &#38; Development</title>
	<atom:link href="http://pgobang.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pgobang.wordpress.com</link>
	<description>researcher, editor &#38; writer, publisher</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Sep 2009 02:55:43 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='pgobang.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/dd1b36039ec6ada51d82bb55a5f2fc71?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Phillip Gobang's Weblog on Social Creativity &#38; Development</title>
		<link>http://pgobang.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Flores… Jejak Portugis di Pulau Naga (1)</title>
		<link>http://pgobang.wordpress.com/2009/09/06/flores%e2%80%a6-jejak-portugis-di-pulau-naga-1/</link>
		<comments>http://pgobang.wordpress.com/2009/09/06/flores%e2%80%a6-jejak-portugis-di-pulau-naga-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2009 07:55:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pgobang</dc:creator>
				<category><![CDATA[development]]></category>
		<category><![CDATA[east nusa tenggara]]></category>
		<category><![CDATA[flores island]]></category>
		<category><![CDATA[nuha naga gallery]]></category>
		<category><![CDATA[pariwisata Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pgobang.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Hampir seluruh dasar laut pulau itu dipenuhi terumbu karang warna-warni, beserta aneka ragam satwa laut yang juga kaya warna. Bersih dan bening, di beberapa area yang dangkal semburat hijau tosca menyembul di sela-sela kemilau biru samudera, berhias taburan batu granit dan karang berwarna perak disiram ombak yang membuih di bentangan pasir putih. Indah bak permata&#8230; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pgobang.wordpress.com&blog=3290649&post=15&subd=pgobang&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_17" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-17" title="Pulau Komodo" src="http://pgobang.files.wordpress.com/2009/09/pulau-komodo.jpg?w=300&#038;h=197" alt="Landscape ujung barat Flores, Pulau Komodo, Kabupaten Manggarai Barat" width="300" height="197" /><p class="wp-caption-text">Landscape ujung barat Flores, Pulau Komodo, Kabupaten Manggarai Barat</p></div>
<p>Hampir seluruh dasar laut pulau itu dipenuhi terumbu karang warna-warni, beserta aneka ragam satwa laut yang juga kaya warna. Bersih dan bening, di beberapa area yang dangkal semburat hijau tosca menyembul di sela-sela kemilau biru samudera, berhias taburan batu granit dan karang berwarna perak disiram ombak yang membuih di bentangan pasir putih. Indah bak permata&#8230; Cantik tiada tara&#8230;!</p>
<p>Ketakjuban akan pesona alam itulah yang mengilhami para pelaut Portugis menyebut pulau yang baru disinggahi, sekitar awal abad ke-15 silam, sebagai <em>Cabo da Flores</em>. Ketika itu, para pelaut Portugis yang berlayar dari Macao (Malaka) singgah di Tanjung Bungan, ujung timur Pulau Flores sekarang. Tanjung Bungan dalam bahasa setempat berarti Tanjung Indah, untuk melukiskan keindahan fauna dan taman laut di tanjung itu.<br />
<div id="attachment_69" class="wp-caption alignright" style="width: 160px"><img class="size-thumbnail wp-image-69" src="http://pgobang.files.wordpress.com/2009/09/waiterang-1-300x1993.jpg?w=150&#038;h=99" alt="Terumbu karang di teluk Maumere, Kabupaten Sikka" width="150" height="99" /><p class="wp-caption-text">Terumbu karang di teluk Maumere, Kabupaten Sikka</p></div></p>
<p>Karena terpesona oleh keindahannya, pelaut de Elcano (catatan lain menyebut SM Cabot) menerjemahkan kata <em>bunga</em>(<em>n</em>) menjadi <em>flores</em>, maka dinamakan <em>Cabo da Flores</em> atau Tanjung Bunga(n). Sejak saat itu, nama pulau yang terletak di sebelah utara lautan Hindia dan Pasifik itu dikenal dengan nama Flores, yang terdengar janggal bagi telinga orang Melayu. Nama itu kemudian dipakai secara resmi sejak tahun 1636 oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Hendrik Brouwer.<br />
<div id="attachment_64" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img class="size-thumbnail wp-image-64" src="http://pgobang.files.wordpress.com/2009/09/kampung-wolowaru2-nitanitanita3.jpg?w=150&#038;h=99" alt="Kampung tradisional Wolowaru, Kabupaten Ende" width="150" height="99" /><p class="wp-caption-text">Kampung tradisional Wolowaru, Kabupaten Ende</p></div></p>
<p>Menurut antropolog Pater Piet Petu SVD dalam bukunya <em>Nusa Nipa, Nama Pribumi Nusa Flores Warisan Purba</em> (1969), jauh sebelum kedatangan para pelaut Portugis, pulau ini sudah memiliki nama pribumi sendiri. Orang Manggarai menyebut <em>Nuca Nepa Lale</em> (Pulau Ular/Naga yang Indah). Orang Ngada dan Ende menamai <em>Nusa Nipa</em>, dan orang Sikka menyebut <em>Nuhan Nagasawaria</em>. Bagi orang Larantuka menamai <em>Nuha Ula Bungan</em> (Pulau Ular/Naga yang Suci). Semua sebutan itu melukiskan pulau ini sebagai Nusa Nipa yang artinya Pulau Ular atau Pulau Naga. Alasan penyebutan Nusa Nipa karena di pulau ini banyak dijumpai ular. Bila mengamati peta pulau ini, segera tampak gambaran seekor ular/naga yang sedang tidur, dengan kepala di ujung timur (Tanjung Bunga/Larantuka) dan badan/ekor yang melilit di ujung barat (Manggarai).<br />
<div id="attachment_68" class="wp-caption alignright" style="width: 160px"><img class="size-thumbnail wp-image-68" src="http://pgobang.files.wordpress.com/2009/09/penenun-23.jpg?w=150&#038;h=112" alt="Seorang wanita penenun tradisional di Maumere, Kabupaten Sikka" width="150" height="112" /><p class="wp-caption-text">Seorang wanita penenun tradisional di Maumere, Kabupaten Sikka</p></div></p>
<p>Nenek moyang pulau ini mempunyai keyakinan, jika seseorang bertemu ular atau didatangi ular, maka ia akan memperoleh rezeki. Bahkan, ular dianggap sebagai dewa atau titisan arwah leluhur oleh marga tertentu. Oleh karena itu, sampai sekarang masih dipegang kepercayaan jika ular memasuki rumah atau berhenti di ladang, maka oleh tuan rumah atau pemilik ladang tak akan diusir, dilukai, atau dibunuh. Sebaliknya, ular itu akan dibentangkan sarung serta dihidangkan makanan berupa telur dan beras mentah. Konon hingga kini, sesewaktu masih dijumpai ular/naga sebesar dan sepanjang batang pohon kelapa yang melintasi jalan di suatu areal pegunungan atau hutan yang lebat.<br />
<div id="attachment_73" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img class="size-thumbnail wp-image-73" src="http://pgobang.files.wordpress.com/2009/09/7-baleo-mulai-beranjak-ke-tengah-laut1.jpg?w=150&#038;h=97" alt="Peledang/perahu nelayan tradisional yang digunakan untuk menangkap ikan paus di Desa Lamalera, Kabupaten Lembata" width="150" height="97" /><p class="wp-caption-text">Peledang/perahu nelayan tradisional yang digunakan untuk menangkap ikan paus di Desa Lamalera, Kabupaten Lembata</p></div></p>
<p>Menurut para tetua adat setempat, nama pribumi Nusa Nipa tersebut memberi daya magis tersendiri bagi masyarakatnya dengan karakter pemberani, gagah, perkasa, cerdas, gesit dan lincah ketika menjelajahi wilayah pegunungan yang terjal dengan sungai yang berkelok-kelok mengitari deretan perbukitan atau mengarungi hamparan lautan luas dengan pusaran gelombang yang menantang sekaligus menyimpan taman laut yang menawan.</p>
<p>Itulah sebabnya pernah muncul wacana di kalangan pemerhati kebudayaan lokal untuk mengembalikan nama pulau itu ke nama pribuminya, Nusa Nipa. Alasannya, nama Flores yang sudah hidup hampir lima abad ini sesungguhnya tidak mencerminkan kekayaan flora yang dikandung oleh pulau ini. Selain itu, nama Flores dirasa lebih berkesan halus, lembut, indah, tapi kurang ”berenergi”. Kesan indahnya nama Flores, menurut para pemerhati kebudayaan lokal tersebut, secara sosial-psikologis telah memberi gambaran masyarakat yang cenderung lembut dan indah tapi kurang berkarakter pemberani, gagah, perkasa, cerdas, gesit dan lincah seperti gambaran sosok para leluhur Nusa Nipa dahulu, sebagaimana dilukiskan dalam berbagai legenda rakyat setempat. Dari sudut antropologi, nama Nusa Nipa mengandung berbagai makna filosofis, kultural dan ritual masyarakatnya.<br />
<div id="attachment_72" class="wp-caption alignright" style="width: 160px"><img class="size-thumbnail wp-image-72" src="http://pgobang.files.wordpress.com/2009/09/semana-santa13.jpg?w=150&#038;h=112" alt="Prosesi Jumat Agung &quot;Semana Santa&quot; di Larantuka, Kabupaten Flores Timur" width="150" height="112" /><p class="wp-caption-text">Prosesi Jumat Agung &quot;Semana Santa&quot; di Larantuka, Kabupaten Flores Timur</p></div></p>
<p>Sebelum bernama Flores, Nusa Nipa sudah dikenal sejak zaman Kerajaan Majapahit pada abad ke-14. Posisinya cukup strategis karena menjadi jalur lintasan perdagangan kayu cendana dari Pulau Timor ke Cina dan ke India. Hal ini membuat Kerajaan Gowa, Kerajaan Ternate, Bangsa Portugis, Belanda dan Jepang berebut untuk menguasai pulau ini. Namun, tak satu pun di antara mereka benar-benar berhasil menaklukkan para raja atau kapitan yang menguasai suatu wilayah setempat.</p>
<p>Para pendatang tersebut berusaha menanamkan pengaruhnya di wilayah pesisir, tetapi hanya sedikit yang dapat menyentuh daerah pedalaman karena terhalang oleh deretan pegunungan terjal dengan sungai yang berkelok-kelok di dasarnya. Kini daerah pedalaman Flores sudah lebih mudah dicapai dengan adanya jalan yang naik-turun membelah gunung dan berkelok-kelok mengitari perbukitan dengan tebing yang menjulang tinggi di satu sisi dan di sisi lainnya terbentang jurang dengan kedalaman puluhan meter. Sungguh sebuah perjalanan yang fantastik bagi mereka yang gemar berpetualang.<br />
<div id="attachment_61" class="wp-caption alignright" style="width: 160px"><img class="size-thumbnail wp-image-61" src="http://pgobang.files.wordpress.com/2009/09/pagi-yang-cerah-di-labuan-bajo3.jpg?w=150&#038;h=112" alt="Pagi yang cerah di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat" width="150" height="112" /><p class="wp-caption-text">Pagi yang cerah di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat</p></div></p>
<p><strong>Lukisan Alam</strong></p>
<p>Flores berada dalam wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk gugusan Kepulauan Sunda Kecil bersama Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan luas wilayah 14.300 kilometer persegi.<br />
<div id="attachment_63" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img class="size-thumbnail wp-image-63" src="http://pgobang.files.wordpress.com/2009/09/komodo4.jpg?w=150&#038;h=112" alt="Varanus Komodoensis, reptil purba raksasa, Pulau Komodo" width="150" height="112" /><p class="wp-caption-text">Varanus Komodoensis, reptil purba raksasa, Pulau Komodo</p></div></p>
<p>Beberapa ikon pariwisata di Flores antara lain: <em>Varanus Komodoensis</em> di Kabupaten Manggarai Barat (termasuk Taman Nasional Komodo di Pulau Komodo dan Pulau Rinca), taman laut 17 pulau di Riung dan perkampungan tradisional Bena di  Kabupaten Ngada, danau tiga warna Kelimutu (Taman Nasional Kelimutu) di Kabupaten Ende, taman laut Waiara Maumere di Kabupaten Sikka, tradisi religi Portugis “Semana Santa” di Larantuka Kabupaten Flores Timur, dan tradisi penagkapan ikan paus di Lamalera Kabupaten Lembata. Selain itu terdapat berbagai situs, artefak, tradisi maupun panorama alam yang dapat dinimati di berbagai daerah Flores.<br />
<div id="attachment_62" class="wp-caption alignright" style="width: 160px"><img class="size-thumbnail wp-image-62" src="http://pgobang.files.wordpress.com/2009/09/kelimutu15.jpg?w=150&#038;h=112" alt="Danau Tiga Warna Kelimutu, Kabupaten Ende" width="150" height="112" /><p class="wp-caption-text">Danau Tiga Warna Kelimutu, Kabupaten Ende</p></div></p>
<p>Misalnya, panorama alam perbukitan yang hijau dan teduh pada musim hujan akan segera berganti dengan sabana yang menguning kecoklatan pada suatu siklus kemarau yang panjang. Namun, kehangatan dan keramahan masyarakat dari etnik campuran Melayu, Melanesia, dan Portugis serta decak kagum akan keindahan alamnya seakan silih berganti mengiringi perjalanan menjelajahi pulau sepanjang 375 km ini. Sebuah lukisan alam dan kebudayaan yang menakjubkan, dari timur hingga ke barat atau sebaliknya! (<em>Bersambung</em>)</p>
<p><em>Foto-foto dari koleksi pribadi &amp; berbagai sumber di www.google.com</em></p>
<div id="attachment_74" class="wp-caption aligncenter" style="width: 160px"><img class="size-thumbnail wp-image-74" src="http://pgobang.files.wordpress.com/2009/09/senja-di-gading-beach11.jpg?w=150&#038;h=99" alt="Sunset di gading beach Maumere, Kabupaten Sikka" width="150" height="99" /><p class="wp-caption-text">Sunset di gading beach Maumere, Kabupaten Sikka</p></div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pgobang.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pgobang.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pgobang.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pgobang.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pgobang.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pgobang.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pgobang.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pgobang.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pgobang.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pgobang.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pgobang.wordpress.com&blog=3290649&post=15&subd=pgobang&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pgobang.wordpress.com/2009/09/06/flores%e2%80%a6-jejak-portugis-di-pulau-naga-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/24a441d16f62f84c1a04031205ace0a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Phillip</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pgobang.files.wordpress.com/2009/09/pulau-komodo.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Pulau Komodo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pgobang.files.wordpress.com/2009/09/waiterang-1-300x1993.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Terumbu karang di teluk Maumere, Kabupaten Sikka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pgobang.files.wordpress.com/2009/09/kampung-wolowaru2-nitanitanita3.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Kampung tradisional Wolowaru, Kabupaten Ende</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pgobang.files.wordpress.com/2009/09/penenun-23.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Seorang wanita penenun tradisional di Maumere, Kabupaten Sikka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pgobang.files.wordpress.com/2009/09/7-baleo-mulai-beranjak-ke-tengah-laut1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Peledang/perahu nelayan tradisional yang digunakan untuk menangkap ikan paus di Desa Lamalera, Kabupaten Lembata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pgobang.files.wordpress.com/2009/09/semana-santa13.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Prosesi Jumat Agung &#34;Semana Santa&#34; di Larantuka, Kabupaten Flores Timur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pgobang.files.wordpress.com/2009/09/pagi-yang-cerah-di-labuan-bajo3.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Pagi yang cerah di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pgobang.files.wordpress.com/2009/09/komodo4.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Varanus Komodoensis, reptil purba raksasa, Pulau Komodo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pgobang.files.wordpress.com/2009/09/kelimutu15.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Danau Tiga Warna Kelimutu, Kabupaten Ende</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pgobang.files.wordpress.com/2009/09/senja-di-gading-beach11.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Sunset di gading beach Maumere, Kabupaten Sikka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KREATIVITAS SOSIAL DAN PEMBANGUNAN</title>
		<link>http://pgobang.wordpress.com/2008/03/27/kreativitas-sosial-dan-pembangunan/</link>
		<comments>http://pgobang.wordpress.com/2008/03/27/kreativitas-sosial-dan-pembangunan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 09:27:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pgobang</dc:creator>
				<category><![CDATA[development]]></category>
		<category><![CDATA[social creativity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pgobang.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Pembangunan di Indonesia harus melibatkan dan mempertimbangkan banyak pemangku kepentingan dan kepentingan rakyat banyak. Pembangunan dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat yang dipimpin oleh pemimpin yang mau melayani yang pemimpin yang visioner.  Skolar renaissance yang mengetahui segala sesuatu sudah tidak ada lagi. Individu yang berpikir seorang diri pasti memiliki keterbatasan. Individu-individu yang hebat dengan keunikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pgobang.wordpress.com&blog=3290649&post=4&subd=pgobang&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pembangunan di Indonesia harus melibatkan dan mempertimbangkan banyak pemangku kepentingan dan kepentingan rakyat banyak. Pembangunan dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat yang dipimpin oleh pemimpin yang mau melayani yang pemimpin yang visioner.  Skolar <em>renaissance</em> yang mengetahui segala sesuatu sudah tidak ada lagi. Individu yang berpikir seorang diri pasti memiliki keterbatasan. Individu-individu yang hebat dengan keunikan masing-masing, bakat dan talenta masing-masing akan membawa pada kelompok atau komunitas yang hebat pula. Komunitas yang hebat dan hidup, tumbuh dan berkembang, adalah komunitas hasil interaksi produktif individu-individu di dalam komunitas atau individu-individu yang berasal dari komunitas berbeda, yang saling membagi dan mentransfer pengetahuannya dan praktik-praktik usaha atau pembangunan yang unggul.</p>
<p>Seperti halnya sebuah negara dapat dipandang sebagai satu komunitas. Sebuah negara pun dapat dipandang sebagai terdiri dari banyak komunitas. Sebuah lingkup masyarakat yang menjadi perhatian atau sedang diperhatikan perkembangannya dapat kita sebut juga sebagai satu komunitas. Kemungkinan terjadinya komunitas yang hebat tersebut adalah hasil dari interaksi individu-individu yang disertai dengan adanya saling menghargai, empati, keterlibatan yang meningkatkan keterlibatan dalam interaksi sosial dan praktik atau tindakan-tindakan membangun satu sama lain dan membangun komunitas. Pada tingkatan ini, negara dan komunitas dapat menghilangkan adanya suatu pengabaian yang simetris (<em>symmetry of ignorance</em>). Dan bila ada <strong>pengabaian yang simetris</strong>, ia harus dilihat sebagai peluang untuk muncul dan timbulnya pengetahuan yang komunal dan sistemik karena tidak seorang pun pemangku kepentingan yang sedang memecahkan masalah kompleks dapat menjamin bahwa pengetahuan mereka lebih baik atau lebih lengkap daripada pengetahuan orang-orang lain.</p>
<p>Untuk mengatasi <strong>pengabaian yang simetris</strong>, aktifkan sebanyak mungkin pengetahuan dari sebanyak mungkin pemangku kepentingan (<em>stakeholders</em>) dengan tujuan untuk mencapai pendidikan bersama dan pemahaman bersama, pemahaman yang memasyarakat.</p>
<p><strong>Tak seorang pun dari kita sepandai semua dari kita</strong>. Inilah dan di sinilah pentingnya <strong>kreativitas sosial</strong>. Semakin tinggi kreativitas sosial, semakin banyak potensi individu dan komunitas terkuak dan semakin laju jalannya <strong>pembangunan</strong>. Salah satu prinsip dalam menatakelola inovasi adalah bahwa inovasi dipicu oleh kreativitas. Kreativitas sosial akan memicu terjadinya inovasi-inovasi tingkat komunitas yang menggerakkan jalannya pembangunan yang membuat hidup manusia yang lebih baik di dunia yang lebih baik&#8230;mengambil paradigma pembangunan yang lebih manusiawi (<em><a href="http://www.imedcoaching.com/">people-centered development</a></em>), ramah lingkungan, dan dengan organisasi pembangunan yang bersih dan berwibawa.</p>
<p>Betapa indahnya bilamana pembangunan terdiri dari inovasi-inovasi dalam segala tingkat mulai dari individu, organisasi, komunitas, negara, bangsa, dunia&#8230;[PG]*</p>
<p><font size="5" face="Helvetica"><span style="font-size:10pt;font-family:Helvetica;">*Phillip Gobang adalah peneliti &amp; penulis bidang Sosial-Budaya &amp; Politik. I</span><span style="font-size:10pt;font-family:Helvetica;">a mengangkat <strong><span style="font-family:Helvetica;">kreativitas sosial (</span></strong><em><b><span style="font-family:Helvetica;">social creativity</span></b></em><strong><span style="font-family:Helvetica;">) dan pembangunan</span></strong> sebagai tema besar dan fokus tulisan-tulisan dalam <em><span style="font-family:Helvetica;">weblog</span></em> <a href="http://pgobang.wordpress.com/">http://pgobang.wordpress.com</a> ini.</span></font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pgobang.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pgobang.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pgobang.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pgobang.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pgobang.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pgobang.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pgobang.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pgobang.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pgobang.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pgobang.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pgobang.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pgobang.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pgobang.wordpress.com&blog=3290649&post=4&subd=pgobang&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pgobang.wordpress.com/2008/03/27/kreativitas-sosial-dan-pembangunan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/24a441d16f62f84c1a04031205ace0a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Phillip</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://pgobang.wordpress.com/2008/03/27/hello-world/</link>
		<comments>http://pgobang.wordpress.com/2008/03/27/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 07:47:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pgobang</dc:creator>
				<category><![CDATA[introduction]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pgobang.wordpress.com/2008/03/27/hello-world/</guid>
		<description><![CDATA[
Welcome to pgobang&#8217;s Weblog on Social Creativity &#38; Development at http://pgobang.WordPress.com/ 
Phillip mengangkat kreativitas sosial (social creativity) dan pembangunan sebagai tema besar dan fokus tulisan-tulisannya dalam weblog ini.*
Silahkan memberi masukan, komentar, catatan atau mengajukan pertanyaan atas artikel-artikel di Weblog ini.
Terimakasih. [PG] 
 
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pgobang.wordpress.com&blog=3290649&post=1&subd=pgobang&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-79" title="DSCF6828-A" src="http://pgobang.files.wordpress.com/2008/03/dscf6828-a.jpg?w=120&#038;h=150" alt="DSCF6828-A" width="120" height="150" /></p>
<p><strong><em>Welcome to pgobang&#8217;s Weblog on Social Creativity &amp; Development at </em></strong><a href="http://pgobang.wordpress.com/"><strong><em>http://pgobang.</em></strong></a><a href="http://wordpress.com/"><strong><em>WordPress.com</em></strong></a><strong><em>/</em></strong><strong><em> </em></strong></p>
<p><span style="font-family:Helvetica;font-size:large;"><span style="font-size:10pt;font-family:Helvetica;">Phillip mengangkat <strong><span style="font-family:Helvetica;">kreativitas sosial (</span></strong><em><strong><span style="font-family:Helvetica;">social creativity</span></strong></em><strong><span style="font-family:Helvetica;">) dan pembangunan</span></strong> sebagai tema besar dan fokus tulisan-tulisannya dalam <em><span style="font-family:Helvetica;">weblog</span></em> ini.*</span></span></p>
<p><span style="font-family:Helvetica;font-size:large;"><span style="font-size:10pt;font-family:Helvetica;">Silahkan memberi masukan, komentar, catatan atau mengajukan pertanyaan atas artikel-artikel di <em>Weblog</em> ini.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Helvetica;font-size:large;"><span style="font-size:10pt;font-family:Helvetica;">Terimakasih. [PG] </span></span></p>
<p><span style="font-family:Helvetica;font-size:large;"><span style="font-size:10pt;font-family:Helvetica;"> </span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pgobang.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pgobang.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pgobang.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pgobang.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pgobang.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pgobang.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pgobang.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pgobang.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pgobang.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pgobang.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pgobang.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pgobang.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pgobang.wordpress.com&blog=3290649&post=1&subd=pgobang&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pgobang.wordpress.com/2008/03/27/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/24a441d16f62f84c1a04031205ace0a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Phillip</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pgobang.files.wordpress.com/2008/03/dscf6828-a.jpg?w=120" medium="image">
			<media:title type="html">DSCF6828-A</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>