Oleh: pgobang | Maret 27, 2008

KREATIVITAS SOSIAL DAN PEMBANGUNAN

Pembangunan di Indonesia harus melibatkan dan mempertimbangkan banyak pemangku kepentingan dan kepentingan rakyat banyak. Pembangunan dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat yang dipimpin oleh pemimpin yang mau melayani yang pemimpin yang visioner.  Skolar renaissance yang mengetahui segala sesuatu sudah tidak ada lagi. Individu yang berpikir seorang diri pasti memiliki keterbatasan. Individu-individu yang hebat dengan keunikan masing-masing, bakat dan talenta masing-masing akan membawa pada kelompok atau komunitas yang hebat pula. Komunitas yang hebat dan hidup, tumbuh dan berkembang, adalah komunitas hasil interaksi produktif individu-individu di dalam komunitas atau individu-individu yang berasal dari komunitas berbeda, yang saling membagi dan mentransfer pengetahuannya dan praktik-praktik usaha atau pembangunan yang unggul.

Seperti halnya sebuah negara dapat dipandang sebagai satu komunitas. Sebuah negara pun dapat dipandang sebagai terdiri dari banyak komunitas. Sebuah lingkup masyarakat yang menjadi perhatian atau sedang diperhatikan perkembangannya dapat kita sebut juga sebagai satu komunitas. Kemungkinan terjadinya komunitas yang hebat tersebut adalah hasil dari interaksi individu-individu yang disertai dengan adanya saling menghargai, empati, keterlibatan yang meningkatkan keterlibatan dalam interaksi sosial dan praktik atau tindakan-tindakan membangun satu sama lain dan membangun komunitas. Pada tingkatan ini, negara dan komunitas dapat menghilangkan adanya suatu pengabaian yang simetris (symmetry of ignorance). Dan bila ada pengabaian yang simetris, ia harus dilihat sebagai peluang untuk muncul dan timbulnya pengetahuan yang komunal dan sistemik karena tidak seorang pun pemangku kepentingan yang sedang memecahkan masalah kompleks dapat menjamin bahwa pengetahuan mereka lebih baik atau lebih lengkap daripada pengetahuan orang-orang lain.

Untuk mengatasi pengabaian yang simetris, aktifkan sebanyak mungkin pengetahuan dari sebanyak mungkin pemangku kepentingan (stakeholders) dengan tujuan untuk mencapai pendidikan bersama dan pemahaman bersama, pemahaman yang memasyarakat.

Tak seorang pun dari kita sepandai semua dari kita. Inilah dan di sinilah pentingnya kreativitas sosial. Semakin tinggi kreativitas sosial, semakin banyak potensi individu dan komunitas terkuak dan semakin laju jalannya pembangunan. Salah satu prinsip dalam menatakelola inovasi adalah bahwa inovasi dipicu oleh kreativitas. Kreativitas sosial akan memicu terjadinya inovasi-inovasi tingkat komunitas yang menggerakkan jalannya pembangunan yang membuat hidup manusia yang lebih baik di dunia yang lebih baik…mengambil paradigma pembangunan yang lebih manusiawi (people-centered development), ramah lingkungan, dan dengan organisasi pembangunan yang bersih dan berwibawa.

Betapa indahnya bilamana pembangunan terdiri dari inovasi-inovasi dalam segala tingkat mulai dari individu, organisasi, komunitas, negara, bangsa, dunia…[PG]*

*Phillip Gobang adalah peneliti & penulis bidang Sosial-Budaya & Politik. Ia mengangkat kreativitas sosial (social creativity) dan pembangunan sebagai tema besar dan fokus tulisan-tulisan dalam weblog https://pgobang.wordpress.com ini.


Responses

  1. Selamat Bung Phillip atas Weblog KREATIVITAS SOSIAL DAN PEMBANGUNAN. Artikel ini relevan dengan pemikiran dan implementasi perekonomian kreatif. Semoga Indonesia di tengah krisis dapat masuk dalam katarsis-katarsis kreativitas sehingga melihat krisis sebagai PELUANG membangun dan pembangunan.*

  2. Beberapa hari terakhir saya diminta bantuan oleh rekan saya untuk memikirkan pembangkit listrik yang memanfaatkan ombak laut (Indonesia adalah negara yang paling memiliki panjang pantai terpanjang nomor 2 di dunia, yaitu 33.999 mil), ia sudah mendapatkan produsen pembangkit listrik tenaga ombak 2 MW. Ia dalam taraf penjajakan pencarian lokasi, ia menaksir sebuah wilayah pantai yang banyak ombaknya, yang ternyata sudah terkenal di manca negara sebagai tempat rekreasi yang indah, biota lautnya indah. Miris memang kalau mendengar khabar kenapa penduduk di sana miskin dan kelaparan. Dengan bantuan Google Earth terlihat wilayah mana yang banyak ombak (cocok untuk penempatan pembangkit listriknya), wilayah yang subur (tempat untuk menanam pangan), wilayah untuk pembangunan pabrik pengolahan hasil perkebunan, hasil hutan, atau hasil laut, wilayah pelabuhan untuk ekspor/ impor antar pulau/ negara, bisa direncanakan pembuatan jalan-jalan untuk antar kota atau pelabuhan terdekat, dan lain-lain. Bayangkan kalau pemerintah daerah mendukung memberikan konsensi tanah, pemerintah pusat memberikan kemudahan untuk insentif financial (pembebasan pajak import, bebas pajak pendapatan selama n tahun), kesepakatan bagi hasil penjualan listrik tenaga ombak dengan PLN (karena PLN memiliki jaringan kabel tegangan tinggi sampai ke gardu-gardu dan ke rumah- rumah), Departemen Transmigrasi bisa memberikan dukungan teknis yang diperlukan dalam proses pemindahan dan penempatan para transmigran, Departemen Industri dan Perdagangan bisa membantu penyuluhan atau workshop bagi sumber daya manusianya untuk mengolah hasil alam menjadi bahan jadi atau barang produksi yang bernilai jual lebih tinggi, Departemen Pariwisata mendukung dalam hal promosi ke luar negri untuk mengundang wisatawan berdatangan, para investor yang tertarik menanam modal membangun hotel, resort, dll dan dsb.

    Diperlukan banyak pemeta-pemeta konsep agar bisa digabungkan menjadi satu mega peta konsep sehingga masalah yang rumit bisa dicoba dicarikan jalan keluarnya, seperti artikel yang pernah saya posting di http://pkab.wordpress.com/2007/11/14/mari-bermain-1-juta-keping-puzzle/

    Apakah itu semua hanya mimpi? Jawabannya ya, bila kita hanya duduk diam dan berpangku tangan saja dan melongo melihat kondisi bangsa semakin parah. Jawabannya tidak, bila kita dapat duduk bersama-sama dan saling bahu- membahu menyelesaikan jigsawnya dan berusaha keras dalam mewujudkannya menjadi kenyataan.

    Jadi kuasailah ilmu pembuatan peta konsep/ peta pikiran ini dan jadilah pemeta-pemeta pikiran. Hadapilah masalah- masalah yang ada di lingkunganmu, petakan permasalahannya dan carilah alternatif solusinya, diskusikanlah dengan rekan-rekan yang lain, ajaklah pemerintah daerah dan/ atau investor untuk mendukung ide-ide agar bisa menjadi kenyataan.

    Kunjungi website http://pkab.wordpress.com Peta Konsep Anak Bangsa, untuk mendapatkan ratusan artikel yang telah dikumpulkan seputar Peta Konsep/ Peta Pikiran. Mari kita bekerjasama untuk memajukan Bangsa Indonesia melalui Aplikasi Peta Konsep.

    Salam,
    Suryadi
    peta konsep anak bangsa

  3. PENGUMUMAN: SEKITAR AGUSTUS 2008 (TANGGAL & TEMPAT MENYUSUL)
    sekelompok rekan dari Pusat Studi Inovasi akan menyiapkan konferensi satu hari tentang Kreativitas Sosial dan Pembangunan NTT dalam upaya meneropong pembangunan di kawasan tersebut dari sudut pandang melihat Paradigma Pembangunan Indonesia yang berpusat pada pembangunan berwawasan kemanusiaan (people-centered development), berwawasan lingkungan (eco-friendly development) dan berwawasan etika dan tanggungjawab sosial (good governance). Tentunya banyak paradigma baik lainnya yang dapat dipakai. Kami merujuk pada hasil diskusi paradigma pembangunan Indonesia di Singapura dan di Kalimantan baru-baru ini yang menyoroti pada pusat tersebut.

    Pemuatan berita ini di sini adalah untuk mengundang tanggapan Saudara, Saudari berkaitan dengan paradigma pembangunan Indonesia khususnya di kawasan-kawasan atau propinsi-propinsi dengan profil-profil khusus baik dari segi jumlah penduduk, komposisi penduduk, tingkat pertumbuhan ekonomi daerah, potensi sumberdaya alam, dll.

    Bagi Saudara-Saudari yang berminat hadir pada acara ini, silahkan menyampaikan maksud tersebut via pgobang[at]cbn.net.id dengan subjek NTT. Kami akan mengirimkan informasi rinci setelah info acara ada lengkap.

    Terimakasih.

  4. Universitas Nusa Nipa (UNIPA) di Maumere-Flores Nusa Tenggara Timur bekerjasama dengan Pusat Studi Inovasi (Center for Innovation Studies) menyelenggarakan Seminar & Diskusi bertema INOVASI dan MANAJEMEN PENGETAHUAN: MENGANDALKAN KREATIVITAS SOSIAL KOMUNITAS pada Selasa 27 Mei 2008 jam 08.00-12.00 WITA bertempat di Kampus UNIPA, Maumere-Flores, NTT.
    Saudara/Saudari yang berminat hadir diundang untuk menghubungi 081-290-765-97 atau 0813-1018-2099 atau email IMED at avantifontana.com. @F

  5. Selamat kpd Bung Phillip atas menjadi Caleg PKDI #1 Dapil Banten-III TANGERANG. Bersama tim, fasilitasi pembangunan kreativitas sosial Indonesia.

  6. Kreativitas sosial masyarakat bangsa dan negara RI tinggi dengan tolok ukur pada sektor riil di tengah-tengah pendapatan per kapita yang rendah. Apa ada korelasi pendapatan per kapita dengan kreativitas sosial? Jika ya, boleh jadi roda pembangunan tetap bergulir manakala sektor riil menunjukkan ekonomi mikro yang tahan uji di kala ekonomi global menghadapi krisis berkepanjangan. Bagaimana kreativitas sosial berkontribusi atas ide/gagasan ekonomi kreatif yang berpengaruh pada sektor riil?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: